Satu per satu kepingan cinta berguguran
Meski butiran air mataku turut bersamanya
Bukan karena ketidak relaan
Bukan pula karena ketidak sanggupan
Dua sisi kuarungi
bersama
Ingin kuhapus namanya
dari ingatan
Namun, cengkraman itu
datang kembali dan masih terasa sama
Masih menyesakkan dada
...
Ingin kubiarkan dalam
ingatan
Namun, ah tidak... Ia
hantu dengan seribu penyesalan
Sesal yang tak kunjung
berujung hingga buatku gila
Lelah hati menahan semua, hingga tak mampu ku pendam
Entah siapa yang salah
Aku? Atau kamu? Atau bahkan dirinya?
Sudah, tak lagi harus terucap
Biarku yang rasa, sendiri tanpanya ...

0 komentar:
Posting Komentar