Sendiri, dudukku termenung
Menahan air mata yang sudah tak terbendung
Lagu terus berputar dikepala ku
Kenangan
terus terekam jelas dalam pikirku
Tanpa
jeda titik diantara waktu
Kau
selalu datang dalam impian-impian kecilku
Meskiku
tahu itu tabu
Hari-hari ku lalui
Berjalan denganmu tanpa alasan pasti
Meski menahan sakitnya hati
Ku lalui asal kau disini
Ah, cinta
datang lagi
Sudah
cukup pahitnya yang selalu diterima hati
Sakitnya
terlukai
Obat tak
mampu lagi ku beli
Tuhan, haruskah ku jatuh kembali?
Tidak, itu perih
Sakitnya hati tak dipungkiri
0 komentar:
Posting Komentar