Selasa, 19 Agustus 2014

The First Time, Satu Hal Yang Merubah

Edit Posted by with No comments



Essay pertamaku, ffuh...
Aku tidak mengeluh lelah ataupun kesal, saat aku berhasil membuatnya entah seperti ada angin bertiup membawa kabar gembira. Ya, aku berhasil.. aku berhasil menepati janji.
Kehidupan adalah sebuah proses, sebuah kesempatan yang diberikan agar kita tahu siapa diri kita dan apa yang akan kita capai. Waktu terus berjalan dari masa ke masa, diatas dan dibawah, jatuh lalu bangkit lagi. Ini semua hal manusiawi dan lumrah terjadi di kehidupan. Tapi yang pasti harus selalu ada perbaikan meski hanya sebuah titik dalam kertas.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan syukur karena saya terlahir dalam keluarga muslim. Tak hanya itu, orangtua juga telah menanamkan nilai-nilai islami sejak kecil. Mulai dari mengajari saya doa-doa, membacakan cerita para Nabi atau Sahabat Nabi dan memasukan saya ke Taman Pendidikan Al-Qur’an. Meskipun saya dimasukan ke TPA, umi tidak pernah memaksakan saya untuk menggunakan kerudung.
“Sekedar TREND”
Saat duduk di bangku Sekolah Dasar tak sedikit dari teman-teman saya yang sudah menggunakan kerudung. Alasan mereka beragam, ada yang memang diharuskan oleh orangtuanya dan ada pula yang sekedar mengikuti gaya dari seorang anak perempuan di televisi dalam sebuah sinetron.
Masih saya ingat, pada saat itu alasan saya tidak mengikuti teman-teman yang lain karena PANAS. Saya merasa belum menemukan nyaman saat menggunakan kerudung apalagi saat itu saya masih berfikir bahwa memakai pita rambut, rok pendek dengan kaos kaki panjang adalah hal paling keren.
Menjelang Sekolah Menengah Pertama, orangtua menyarankan agar saya masuk sekolah Islam Terpadu. Entah alasannya apa tiba-tiba saya begitu semangat dan langsung setuju tanpa tahu banyak tentang sekolah yang saya pilih itu. Tanpa menunggu lama, orangtua segera mendaftar dan sayapun resmi menjadi murid dari salah satu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu di Bekasi.
Disinilah saya bertemu dengan sahabat-sahabat yang menurut saya mereka sudah lebih paham tentang kewajiban menggunakan kerudung untuk perempuan islam. Awal saya bersekolah disini kerudung hanya saya gunakan saat sekolah, sehari-hari? Masih terbawa kebiasaan saat sekolah dulu, tanpa kerudung. Sesekali sahabat saya mengingatkan, “pakelah kerudungnya, ya masa ketua OSIS IT gak pake kerudungan”. Kata-kata itu memang hanya sebuah celetukan iseng, tapi saya terus memikirkannya hingga saya memberanikan diri untuk menggunakan kerudung sejak kelas 2 SMP. Keputusan ini disambut baik oleh orangtua khususnya umi. Umi mengingatkan saya bahwa keputusan ini harus selamanya saya pegang karena tidak ada kata “main-main” dalam menjalankan syariat Islam.
“Pembuktian Diri”
Masih terus teringat kata-kata umi saat saya memberanikan diri untuk berkerudung “tidak ada main-main dalam menjalankan syariat Islam”. Memang tidak mudah saat kita mencoba hal baru, tapi yakinlah dengan sepenuh hati Insyaallah semua akan berjalan dengan baik. Salah satunya adalah kata-kata dalam buku Oki Setiana Dewi bahwa jika kita berjuang di jalan Allah, Insyallah, Allah akan memudahkan jalan untuk kita.
Perjalanan hidup tidak hanya sampai disini, masih banyak hal yang harus di perjuangkan. Saat kita tahu siapa diri ini, lalu apa cita-cita kita? Cita-cita adalah hal yang pantas dan memang seharusnya diperjuangkan. Tanpa cita-cita kita hanya akan ada di tahap awal dan tak pernah tahu bagaimana akhirnya.
Saat ini saya duduk di bangku perkuliahan jurusan manajemen di salah satu universitas swasta di Jakarta. Saya memilih jurusan ini karena saya berharap dapat menaiki satu tingkatan lebih dekat dengan cita-cita saya yang ingin menjadi seorang wanita karir dan mengelola sebuah perusahaan besar. Hal ini memang tidak mudah, ini sebuah mimpi besar maka ada bayaran yang pantas untuk ditukarkan. Ya, usaha dan kerja keras. Saya yakini, “Kau tidak akan pernah tahu sampai kau mencobanya
Aku sudah menyelesaikannya, tak begitu buruk untukku..
Selesai sudah semua

0 komentar:

Posting Komentar