Amarah berkelut dalam diri, ingin berucap namun
tak kuat
Kelu lidah ini tak mampu bersua
Sakit terasa saat peluhmu terus berderai namun
senyum tak pudar
Berat mata menampung beban, aku tak bisa
Dini hari terdengar pintu diketuk, Ayah?
Layu tatapan matahariku
Bersinar namun aku tahu dia lelah, itu
menyedihkan
Pagi itu kau bersandar
Aku tahu, kau lelah dengan beban ini
Jawab aku ayah, meski hanya dalam bayang
Jawab aku ...
Tak banyak pintaku
Tak banyak inginku
Ayah, jawablah ...
Biarkan aku membawa lelahmu
Ku biarkan kau sandarkan semua
Biarkan aku tahu
Karena aku menyayangimu
Pandangi tatapan mata itu saat tertidur
Kembali ku bertanya,
Apakah kau menikmatinya? Bahagiakah?
Aku tahu, ini bukanlah mimpimu
Nak,
begitu banyak yang kau tanyakan?
Ayah
bingung mana yg harus dijawab
Saat
ini tak begitu penting memikirkan apa mimpiku dahulu
Kau
nak, mimpi ayah terbesar
Air mata bercucuran, aku tak mampu menahan lagi
... tidak
Emosi menguasai diri, entah seperti mengekang
dan menyudutkanku
Ayah, ...
Ayah .... aku terus memanggilmu
Anakku, bayarlah
peluhku ini dengan keberhasilanmu
Karena saat itu, akupun
berhasil meraih mimpiku ..
Sang
Matahariku
0 komentar:
Posting Komentar